Seingat saya saya tidak pernah susah mendapatkan apa yang saya inginkan, hampir semua keinginan dalam bidang akademik maupun non akademik bisa tercapai. Namun sekarang untuk mendapatkan yang saya inginkan sepertinya perlu kerja lebih keras lagi atau perlu berkorban lebih banyak lagi untuk mendapatkan sesuatu.
Misalnya, untuk bisa bersama dengan suami, kami harus menjalani LDR dulu selama 6 tahun; untuk bisa hamil harus operasi laparoscopy dulu angkat endometriosis; sebelum melahirkan pake deg-deg an dulu karena BB bayi ga naik-naik selama tiga minggu; lahiran ga bisa normal; dan sekarang mau ngasih ASIX eh ASInya sedikit dan harus kerjar tayang. Alhamdulillah, setelah melewati beberapa kesulitan, selalu ada rezeki. Rezeki dekat dengan suami, bisa hamil, anak lahir sehat dengan BB bagus, ASI ada terus dan masih bisa ngASIX, sekarang terasa lebih dalam maknanya karena untuk mendapatkannya tidak mudah.
Mungkin kalau ga pake cobaan dulu, ga melewati kesulitan dulu, saya jadi tidak bersyukur atas nikmat-nikmat yang saya terima itu. Padahal baru kaya begitu ya kesulitannya, di luar sana masih banyak yang jauh lebih tidak beruntung dari saya, mudah-mudahan selalu diberikan kesabaran dalam menjalani cobaan dan selalu bersyukur atas segala nikmat Allah. Amien
Karena Kamu Cuma Satu
Kau yang paling setia, kau teristimewa
Kau yang aku cinta, cuma engkau saja
Dari semua pria aku yang juara
Dari semua wanita kau yang paling sejiwa
Denganmu semua air mata menjadi tawa suka ria
Akankah kau selalu ada menemani dalam suka duka
Denganmu aku bahagia, denganmu semua ceria
Janganlah kau berpaling dariku karena kamu cuma satu untukku
Kau satu-satunya dan tak ada dua
Apalagi tiga, cuma engkau saja
Denganmu semua air mata menjadi tawa suka ria
Akankah kau selalu ada menemani dalam suka duka
Denganmu aku bahagia, denganmu semua ceria
Janganlah kau berpaling dariku karena kamu cuma satu untukku
Kau satu-satunya dan tak ada dua
Apalagi tiga, cuma engkau saja
Dari semua pria aku yang juara (aku yang juara)
Dari semua wanita kau yang paling sejiwa
Denganmu semua air mata menjadi tawa suka ria
Akankah kau selalu ada menemani dalam suka duka
Denganmu aku bahagia, denganmu semua ceria
Janganlah kau berpaling dariku karena kamu cuma satu untukku
Untukku, untukku, untukku, untukku









